Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Desember 2015

TAGGED UNDER: ,

Ayo Miliki Rumah Idaman Lovina Village 2 Booking Fee Cuma Sejuta



CIREBON (CT) – Program perumahan bersubsidi yang dicanangkan oleh pemerintah, sepertinya masih belum bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat secara luas. Bercermin pada permasalahan itu, PT Raja Sukses Propertindo terdorong untuk terus membantu program pemerintah tersebut, agar seluruh masyarakat bisa mendapat hunian layak dengan harga yang terjangkau.

Mengingat, semakin hari harga rumah dan tanah semakin meningkat tajam. Maka, PT Raja Sukses Propertindo terus memberikan kepuasan konsumen dan terbukti Sukses dengan project perumahan FLPP sebelumnya yaitu Sanur Village, Lovina Village dan Queen Regency.

Kini, PT Raja Sukses Propertindo di awal tahun 2016 mendatang, akan kembali meluncurkan project pengembangan perumahan FLPP yang berlokasi tidak jauh dari Lovina Village yaitu daerah Dawuan, Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Project ini sebenarnya merupakan pengembangan dari Lovina Village.

“Hal ini dilakukan, dengan alasan peminat di wilayah itu masih sangat banyak. Kami berkeinginan bisa menjadi solusi atas tingginya permintaan tersebut. Konsumen yang berminat untuk indent unit di Lovina Village 2, cukup dengan membayar satu juta rupiah untuk booking fee,” jelasnya Marcom Leader, Reka Kharisma Pratama kepada CT.

Setelah itu, lanjutnya konsumen dapat memilih kavling yang disukainya. Mengingat unit terbatas, hanya 64 unit saja konsumen yang berminat disarankan untuk segera melakukan booking fee mulai Desember 2015, agar bisa memilih lokasi kavling favorit.

Masih menurut, Reka Kharisma Pratama proses booking fee akan dibantu dengan langsung menghubungi marketing sales pihaknya. Atau mengunjungi langsung marketing office Lovina Village yang berlokasi di area project, Jl. Dawuan, Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.

Reka Kharisma Pratama, juga menjelaskan selain project lovina village, Queen Regency tahap dua sedang digarap pembangunannya, untuk memberi kepuasan pada konsumen dengan penyelesaian pembangunan tepat waktu disertai kualitas yang terjaga.

Ke depannya masih ada beberapa project perumahan FLPP, selanjutnya di wilayah lain di Cirebon. Hal ini dilakukan untuk membantu dan memberikan solusi kebutuhan hunian yang layak dengan harga terjangkau untuk masyarakat Cirebon khususnya. Harapannya, dengan semakin banyaknya project FLPP, maka semakin banyak masyarakat yang terbantu oleh PT Raja Sukses Propertindo. (Redaksi)

TAGGED UNDER: ,

Kenaikan Tingkat Suku Bunga The Fed tak Membuat Pasar Khawatir



CIREBON (CT) – Laju perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2015 mengalami tren penurunan. Jika dilihat dari awal tahun 2015 yang berada di posisi 5,242 point, saat ini IHSG berada di level 4,464 point atau mengalami penurunan sebesar 15-16 persen.

Seperti dikatakan Analis dari Trimegah Securities Cirebon, Ariffianto, faktor penurunan IHSG tahun ini lebih disebabkan karena aktivitas perdagangan global, misalnya harga komoditas dunia yang melemah, pertumbuhan ekonomi di negara Cina yang menurun, dan kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Seperti yang telah diprediksi banyak kalangan, The Fed akhirnya menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis point atau 0,25 persen, dari posisi sebelumnya 0,25 persen menjadi 0,5 persen. Kenaikan tersebut telah diantisipasi jauh-jauh hari, jadi pelaku pasar tidak terlalu khawatir.

“Kenaikannya pun bertahap sehingga tidak terlalu menekan pasar,” ujarnya kepada CT, Senin (21/12).

Ia memproyeksikan, hingga tahun 2015 berakhir, IHSG berada di level 4,537 point. Sedangkan untuk tahun 2016 bakal ada recovery, sehingga mengalami tren kenaikan. Pada pertengahan tahun depan, IHSG diprediksi ada di posisi 4,735 point serta akhir tahun ditutup pada level 5,278 point.

Terkait realisasi di sektor makro, lanjutnya, rata-rata nilai rupiah terhadap dolar tahun ini berada di kisaran Rp. 13.397 per USD. Tahun depan rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp. 13.988 per USD atau mengalami kenaikan point.

Sedangkan suku bunga acuan BI Rate tahun depan diprediksikan tidak terlalu banyak perubahan, bahkan sama seperti saat ini di tingkat 7,50 persen.

Menurutnya, sektor yang bisa tumbuh pada tahun 2016 di antaranya adalah bidang perbankan, infrastruktur, dan konsumer.

“Hal itu tidak terlepas dari stimulus atau paket kebijakan ekonomi pemerintah yang lebih mengarah ke fiskal,” pungkasnya. (Haris)

Minggu, 20 Desember 2015

TAGGED UNDER: ,

Pedagang Berharap Tetap Bisa Membuka Usahanya di Pasar Kanoman



CIREBON (CT) – Pedagang yang berjualan di Pasar Kanoman Cirebon mengaku resah dengan belum juga adanya perpanjangan kontrak yang dilakukan Keraton dengan Pemkot Cirebon. Mayoritas pedagang di Pasar Kanoman ini, umumnya menginnginkan agar kontrak pasar diperpanjang, sehingga mereka bisa melanjutkan aktifitas dalam usahanya.

Beberapa waktu sebelumnya, pedagang di Pasar Kanoman sudah menemui pihak PD Pasar, namun saat ini belum ada keputusan dari PD Pasar. Ketua Ikatan Pedagang Pasar Kanoman, Nuri Suyanto mengatakan pihaknya sudah mengirimkan pengajuan kepada PD Pasar, namun belum juga ada keputusan.

“Sudah bertemu perwakilan pedagang dengan PD Pasar, namun belum ada keputusan,” ujar Nuri kepada CT, Minggu (20/12).

Nuri menjelaskan, tanda tangan kontrak antara PD Pasar dengan pihak Keraton saat sebelumnya yakni pada tahun 1996 silam. Namun, dikatakan oleh Nuri yang saat itu menjadi ketua IPP, pedagang pasar Kanoman baru menempati pasar tersebut pada tahun 1998.

Saat meminta agar PD Pasar menyelesaikan masalah ini, Nuri menjelaskan saat itu PD Pasar mengarahkan pedagang untuk menemui pihak Keraton.

“Saat itu saya beserta perwakilan pedagang lainnya bertemu dengan pihak Keraton, meminta agar kontrak selesai pada tahun 2018. Kami sih sebenarnya tidak ada masalah dengan pemerintah tidak memperpanjang. Bagaimana baiknya saja, tapi kami juga berharap agar ada titik temu antara Pemkot dan pihak Keraton,” katanya. (Iskandar)

TAGGED UNDER: ,

Kepala Diskoperindag Indramayu: Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok Naik



INDRAMAYU (CT)- Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Indramayu mengaku, jelang natal dan tahun baru 2016 berbagai kebutuhan pokok mengalami kenaikan di enam pasar tradisional di Kabupaten Indramayu

Kepala Diskoperindag Kabupaten Indramayu, Maman Kostaman didampingi Kasi Pasar, Joni, mengungkapkan kebutuhan pokok di enam pasar tradisional di Kabupaten Indramayu yakni pasar tradisional Indramayu, Jatibarang, Karangampel, Patrol, Haurgeulis dan Bangkir mengalami kenaikan.

“Misalnya saja harga beras dari harga Rp.10 ribu per kilogram menjadi Rp.10.500 per kilogram, gula pasir Rp.12 ribu per kilogram menjadi Rp. 12.250 per kilogram, minyak goreng Rp.13.100 per kilogram menjadi Rp.13.125 per kilogram dan tepung terigu Rp. 8.100 per kilogram menjadi Rp. 8.750 per kilogram,” paparnya, Minggu (20/12).

Dia menuturkan bahwa stock dipastikan aman, pasalnya momen natal dan tahun baru tidak seperti momen idul fitri.

“Perayaan natal tidak mayoritas jadi tidak menghambat, suplay-nya biasa tetapi mencukupi,” ujarnya.

Dia mengatakan kenaikan harga yang signifikan itu terjadi jika ada hambatan dalam perjalanan, “sekarang kan ada tol cipali jadi tidak ada hambatan. Untuk kenaikan harga tertinggi ada di Pasar Indramayu itu disebabkan karena faktor ekonomi masyarakat kota yang dianggap mampu,” terangnya.

Terpisah, salah seorang pedagang sayuran di pasar Indramayu, Anah mengatakan kenaikan harga pun terjadi pada berbagai komoditas sayuran di antaranya, bawang merah ukuran sedang dari Rp. 16 ribu per kilogram menjadi Rp. 25 ribu per kilogram, tomat dari Rp. 5 ribu per kilogram menjadi Rp. 8 ribu per kilogram dan daun bawang dari Rp. 10 ribu per kilogram menjadi Rp. 16 ribu per kilogram.

“Selain itu, cabe merah dari Rp. 18 ribu per kilogram menjadi Rp. 24 ribu per kilogram, cabe hijau dari Rp. 12 ribu per kilogram menjadi Rp. 16 ribu per kilogram, cabe rawit dari Rp.18 ribu per kilogram menjadi Rp. 24 ribu per kilogram. Ditambah lagi, kol dari Rp. 8 ribu per kilogram menjadi Rp. 10 ribu per kilogram, wortel dari Rp. 8 ribu per kilogram menjadi Rp. 13 ribu per kilogram, kentang dari Rp. 8 ribu per kilogram menjadi Rp. 9 ribu per kilogram,” paparnya.

Anah mengaku kenaikan harga ini sudah terjadi sejak seminggu yang lalu. Dia mengatakan berdasarkan informasi dari bandar sayuran, kenaikan harga tersebut terjadi akibat datangnya musim hujan. Pasalnya, hujan membuat sayuran cepat membusuk sehingga stock-nya menjadi berkurang.

Anah menambahkan, kenaikan harga sayuran juga dipicu jelang Natal dan Tahun Baru 2016. Pasalnya, permintaan sayuran dari konsumen meningkat. (Dwi Ayu)

TAGGED UNDER: ,

Proses Perpanjangan Kontrak Pasar Kanoman Mentok Soal Harga



CIREBON (CT) – Kesepakatan soal harga perpanjangan kontrak Pasar Kanoman, antara pemerintah kota Cirebon dengan pihak Keraton Kanoman, masih belum menemui titik temu. Menurut Ratu Raja Arimbi, mewakili Keraton Kanoman, bahwa harga yang diajukan yakni sebesar 1 miliar per tahun bukanlah nominal bisnis.

“Itu masih realistis karena kami juga masih memperhitungkan nasib para pedagang, nilai 1 miliar bukan nilai bisnis,” ujar Arimbi kepada CT, Minggu (20/12).

Selain menginginkan kontrak senilai Rp. 1 miliar per tahun, pihaknya juga meminta agar dibukanya akses jalan menuju Keraton, jika nanti kontrak tersebut diperpanjang.

“Kami juga meminta akses jalan masuk ke Keraton, karena Keraton merupakan Cagar Budaya,” katanya.

Ditambahkan oleh Arimbi, saat ini pihaknya menunggu undangan dari Pemkot Cirebon untuk bertemu dan membicarakan nilai perpanjangan kontrak Pasar Kanoman tersebut.

“Harusnya memang bertemu dan duduk bersama, tapi sampai saat ini belum ada,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemkot Cirebon dikabarkan menawarkan perpanjangan pasar Kanoman tersebut hanya sebesar Rp. 2,5 miliar dengan kontrak 20 tahun. Namun, hal tersebut mendapat kritikan dari Komisi B DPRD Kota Cirebon.

Menurut anggota Komisi B DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya mengatakan, dengan sewa Rp 2,5 miliar per tahun untuk masa sewa selama 20 tahun, sangat tidak masuk akal. Imam memperkirakan dengan retribusi Rp 4 ribu per hari dan dikalikan sekitar 1.500 pedagang, maka Pemkot bisa mengganti Rp 2,5 miliar tersebut dalam kurun waktu dua atau tiga tahun saja.

“Artinya, Pemkot menawar terlalu murah. Wajar saja kalau hingga saat ini pihak keraton masih bergeming. Kalau menawar ya realistis sedikit lah. Jangan maunya hanya untung saja, tapi pikirkan bagaimana pihak keraton yang menjadi pemilik lahan, juga bagaimana para pedagang ke depannya,” katanya. (M. Iskandar)

Sabtu, 19 Desember 2015

TAGGED UNDER: ,

Statera Group Tangkap Peluang Bisnis di Cirebon



CIREBON (CT) – Iklim bisnis di Cirebon yang tengah bergairah, kini semakin lengkap ditambah telah dibukanya akses tol Cipali menarik para investor untuk membuka usaha, maupun kantor perwakilan di Cirebon. Adanya investor berbanding lurus dengan peluang bisnis.

Salah satu pelaku bisnis yang mencoba menangkap peluang tersebut adalah Statera Group. Marketing Executive Statera Group, Damayanti, menjelaskan dalam pelaksanaannya Statera Group membuat proyek pembangunan dalam bentuk ruko di Kabupaten dan kota Cirebon.

“Ruko kami nilai mempunyai potensi yang bagus untuk bermain di sektor bisnis di Cirebon,” ujarnya.

Ada empat ruko yang telah dibangun. Pertama adalah Igela Primera, berlokasi jalan Rajawali Raya, Kota Cirebon. Merupakan jalur alternatif menuju pusat Kota Cirebon. Kedua Keka Primera di Plered, Kab. Cirebon. Berdekatan dengan pusat batik Trusmi, baik pengrajin maupun pertokoannya.

Ada juga Panna Primera, di Sumber, Kab.Cirebon. Lokasinya terintegrasi dengan pusat perekonomian (Pasar Sumber) serta dekat dengan pusat pemerintahan Kab. Cirebon.

Terakhir adalah Chatra Primera, di jalan Perjuangan, Kota Cirebon, dikelilingi pusat pendidikan kampus maupun sekolah.

Dikatakan Damayanti, setiap ruko yang dibangun dipastikan berada di lokasi strategis dan mempunyai area parkir yang cukup luas. Selain membawa konsep minimalis, unitnya juga ready stok sehingga bisa langsung ditempati.

“Pembiayaan KPR pun bisa melalui bank apa saja sesuai dengan keinginan konsumen,” pungkasnya. (Haris)

TAGGED UNDER: ,

Soal Perpanjangan Kontrak Pasar Kanoman, Komisi B DPRD Kota Cirebon: Pemkot Jangan Mau Untungnya Saja



CIREBON (CT) – DPRD Kota Cirebon meminta Pemkot Cirebon untuk menawar harga perpanjangan Pasar Kanoman dengan harga yang masuk akal. Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya, Sabtu (19/12).

“Kita akan dorong terus Perusahaan Daerah Pasar untuk berbicara perpanjangan kontrak dengan Keraton Kanoman. Sekarang waktunya sudah sempit sekali karena hanya tinggal beberapa bulan lagi menuju berakhirnya kontrak,” paparnya.

Pemkot saat ini dikabarkan menawar Rp 2,5 miliar per tahun untuk masa sewa selama 20 tahun. Sementara pihak keraton menginginkan sewa kontrak Rp 15-20 miliar per tahun.

Padahal, Imam Yahya lanjut menjelaskan, dengan sewa Rp 2,5 miliar per tahun untuk masa sewa selama 20 tahun, dengan retribusi Rp 4 ribu per hari dan dikalikan sekitar 1.500 pedagang, maka Pemkot bisa mengganti Rp 2,5 miliar tersebut hanya dalam kurun waktu dua atau tiga tahun saja.

“Artinya, Pemkot menawar terlalu murah. Wajar saja kalau hingga saat ini pihak keraton masih bergeming. Kalau menawar ya realistis sedikit lah. Jangan maunya hanya untung saja, tapi pikirkan bagaimana pihak keraton yang menjadi pemilik lahan, juga bagaimana para pedagang ke depannya,” katanya.

Seharusnya, menurutnya, kalau secepatnya ingin menemui titik temu, maka harus ada komunikasi yang intens antara Pemkot dan Keraton Kanoman.

“Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Seharusnya, persoalan ini dibereskan dan perpanjangan kontrak dilakukan satu tahun sebelum masa kontrak habis. Ini sih kebalikannya, mau habis kontraknya justru Pemkot ketar-ketir berusaha memperpanjangnya. Kalau begini caranya, bisa-bisa seluruh pedagang resah,” katanya.

Imam menegaskan, jangan sampai keberadaan Pasar Kanoman nantinya hanya tinggal cerita semata.

“Ingat pasar ini merupakan pasar trasional yang sudah melegenda, jadi harus terus diperpanjang,” katanya.

Sementara itu, Walikota Nasrudin Azis mengatakan, program perpanjangan pasar sudah menjadi prioritas agendanya saat ini. Meski belum sempat bertemu dengan pihak keraton secara langsung, namun dirinya sudah menginstruksikan dengan PD Pasar terkait hal ini.

“Saya enggan bicara soal harga perpanjangan kontrak, yang pasti saya ingin tetap pasar ini diperpanjang,” katanya.

Menurutnya, tidak mungkin dirinya akan menghilangkan ikon pasar di Keraton Kanoman. Sebab, Keraton Kanoman saudah sangat identik dengan pasar.

“Ada berapa ribu warga yang menggantungkan hidupnya dari ini? Saya minta masyarakat khususnya para pedagang untuk bersabar saja dulu terkait perpanjangan kontrak pasar tersebut,” ujarnya. (M. Iskandar)

Jumat, 18 Desember 2015

TAGGED UNDER: ,

Gramedia di Jalan Cipto Mangunkusumo Cirebon Resmi Dibuka



CIREBON (CT) – Gedung baru Gramedia 3 lantai seluas 3.500 meter persegi di Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon merupakan terbesar kedua di Jawa Barat, resmi dibuka oleh CEO Y. Priyo Utomo, Jumat (18/12).

“Di Cirebon merupakan outlet 110 dan menyusul di Manado jadi 111 yang kebetulan launching berbarengan di hari yang sama. Saya bangga karena Gramedia di Cirebon ini dibangun sendiri, tanpa konsultan dari luar di tengah ekonomi yang sulit dan kegaduhan di Indonesia, Gramedia masih ingin memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelasnya, dalam sambutan usai menggunting pita di depan pintu masuk.

Dikatakan Priyo Utomo Gramedia di Cirebon ini merupakan gedung contoh kerjasama luar biasa. Oleh karena itu, pihaknya berterimakasih kepada masyarakat Cirebon, semoga diterima dan dapat memberikan yang terbaik.

Sebagai upaya mendukung new experience and new identity, Gramedia Cipto Cirebon mengusung 8 konsep yang terdiri dari Ner Arrival & Best Seller, Writing Boutique, General Books, IT, Kids, Woman, Art & Design, Fancy & Stationery yang terbagi menjadi tiga lantai.

Lantai 1 khusus Kids Area yang berisi segala perlengkapan dan kebutuhan anak. Lantai 2 untuk Teens Area berisi beragam aksesoris tas perlengkapan sekolah dan kantor. Sedangkan lantai 3 dipenuhi berbagai buku-buku.

Gedung yang terletak di pusat kota itu hadir dengan logo baru huruf G, bermotif batik mega mendung sebagai simbol ikon Kota Cirebon dan tagline Salam Inspirasi yang selalu digaungkan oleh seluruh pegawai Gramedia Cipto Cirebon.

Di hari pertama ini, Gramedia memberikan promo khusus berupa free buku dan balon setiap pembelanjaan di atas Rp200 ribu dan free buku, blocknote, pen, balon setiap pembelanjaan di atas Rp500 ribu.

Semarak pembukaan Gramedia Cipto Cirebon berlangsung meriah disambut ramainya komunitas sepeda onthel, modern dance, tari Topeng Klana Cirebon, dan permainan angklung dari SMK Veteran Kota Cirebon, flashmob dan fashion show seragam Gramedia sejak 1970-2015, potong tumpeng dan keliling gedung.

Sekadar informasi tambahan, Gramedia yang terletak di salah satu pusat perbelanjaan Cirebon di Jalan Tentara Pelajar masih beroperasi dan tetap melayani pelanggan seperti biasanya. (Uyung)

TAGGED UNDER: ,

Nelayan tak Melaut, Harga Ikan Mengalami Kenaikan



CIREBON (CT) – Memasuki musim hujan dan membuat masyarakat nelayan kesulitan melaut, karena kondisi ombak yang besar. Hal itu hasil tangkapan ikan menurun hingga mengakibatkan harga ikan melonjak naik, sedikitnya pasokan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala, Jumat (18/12).

Menurut sejumlah nelayan di TPI Desa Karangreja, lonjakan harga ikan segar terjadi sejak tiga hari kemarim, dipicu stok ikan kosong karena beberapa nelayan memilih tidak melaut, karena gelombang ombak yang besar.

Harga-harga ikan yang naik di antaranya cumi-cumi Rp. 30.000 perkilogram, Ikan etong Rp. 20.000 perkilogram, bandeng besar Rp. 25.000 perkilogram, bandeng sedang Rp. 20.000 perkilogram, kakap Rp. 40.000, rajungan Rp. 60.000 perkilogram, udang sedang Rp. 70.000 perkilogram.

Menurut, Uci (38) pedagang ikan dengan nama kiosnya Bina usaha, dirinya sudah 15 tahun berjualain ikan, setiap tahunnya ketika memasuki musim hujan, serta hari raya harga ikan rutin naik. Pembelipun datang dari berbagai daerah, seperti Kuningan, Tegalgubuk, Gegesik dan daerah lainnya.

“Karena harga di sini relatif murah dan kebanyakan untuk didagangkan kembali. Memang sudah rutin, kalau musiman hujan harga ikan naik, para nelayan tidak kelaut karena musim hujan baratan dan gelombang pun besar. Kalau kelaut juga dapet ikannya sedikit serta kecil-kecil,” tukasnya. (Putri Murni)

Sabtu, 12 Desember 2015

TAGGED UNDER: ,

PT. Raja Sukses Propertindo Puaskan Konsumen Berikan Promo



CIREBON (CT) – Memberikan kepuasan pelayanan kepada konsumen, khusus untuk customer, Raja Sukses Propertindo luncurkan berbagai program promo menguntungkan bagi customer yang membeli unit selama periode sampai akhir tahun 2015.

Hal itu dinyatakan, MarComm Leader PT Raja Sukses Propertindo, Reka Kharisma Pratama promo kali ini dikhususkan bagi perumahan non FLPP yaitu Golden Kedawung Regency dan Golden Plered Regency.

“Program promo khusus ini dimaksudkan untuk memberikan pilihan yang menguntungkan bagi customer,” ujar Reka.

Khusus untuk periode 01-25 Desember ini, lanjut dia, setiap pembelian unit di Golden Kedawung Regency berhadiah langsung iPhone. Sedangkan untuk Golden Plered Regency, cukup dengan DP 5 Juta saja sudah bisa mendapat hunian impian yang nyaman dan bernilai investasi tinggi.

“Promo-promo lainnya yang sudah berlangsung seperti Flexibility Payment sampai 12 kali cicilan tanpa bunga, masih bisa digunakan secara bersamaan dengan promo akhir tahun tersebut,” paparnya.

Dikatakan Reka lagi, hal ini bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan hunian nyaman. Selain itu, promo ini juga untuk menunjukan bahwa setiap produk perumahan yang dikembangkan oleh Raja Sukses Propertindo, bersifat Value For Money.

“Hal ini dibuktikan dengan kualitas bangunan yang tinggi, namun bisa didapat dengan harga yang reasonable dan tetap bernilai investasi tinggi,” tutup Reka. (Wilda)

Rabu, 09 Desember 2015

TAGGED UNDER: ,

OJK Cirebon Nyatakan Kondisi Perbankan Ciayumajakuning Stabil



CIREBON (CT) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menyatakan kondisi perbankan di Ciayumajakuning secara keseluruhan masih baik dengan tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) yang relatif lebih stabil.

“NPL sudah banyak perubahan relatif lebih stabil, kecukupan modal masih besar saya kira masih cukup dan nggak ada masalah likuiditas masih oke, jadi kondisi secara keseluruhan perbankan nasional masih dalam kondisi baik,” kata Kepala OJK Cirebon, Muhamad Lutfi saat jumpa pers di Keraton Kacirbonan, Selasa (08/12).

Dari sisi penyaluran kredit, Lutfi mengatakan masih baik dan berdasarkan informasi yang dimilikinya, perbankan yang termasuk dalam kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) I dan BUKU IV lebih tinggi dari pada BUKU II dan BUKU III.

“Pertumbuhan kredit bank BUKU I dan IV tumbuh sampai 20 persen, sedangkan Bank BUKU II dan III hanya 10 persen,” ujarnya.

Menurut Lutfi, tingginya pertumbuhan kredit bank BUKU I dan IV disebabkan mereka lebih agresif dalam memfokuskan diri di desa-desa dan pada sektor mikro.

“Banyak hal sih tapi bank BUKU I lebih agresif ke desa-desa, bank BUKU IV merupakan bank besar, mereka lebih kuat di mikro,” tuturnya.

Sebagai informasi, berdasarkan modal inti yang dimiliki, bank dikelompokkan dalam empat kelompok usaha (Bank Umum Kelompok Usaha/BUKU). Antara lain BUKU 1, bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun, BUKU 2 yakni Bank dengan modal inti Rp1 triliun-Rp5 triliun. Lalu BUKU 3 untuk bank dengan modal inti Rp5 triliun-Rp30 triliun dan BUKU 4 untuk bank dengan modal inti di atas Rp30 triliun.

Berdasarkan statistik perbankan Indonesia yang diterbitkan OJK, diketahui per September 2015 pertumbuhan kredit tercatat sebesar 11,09 persen dari Rp3.561,29 triliun pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp3.956,48 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit pada Agustus 2015 yang sebesar 10,94 persen dari Rp3.498,36 triliun menjadi Rp3.881,29 triliun. (Wilda)

TAGGED UNDER: ,

Targetkan Inklusi Keuangan Naik 5 Persen, OJK: Masyarakat Cirebon Masih Buta Pasar Modal



CIREBON (CT) – Meski masih berada dalam perlambatan ekonomi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pendalaman pasar untuk mengenalkan produk dan jasa keuangan ke masyarakat umum, terutama ke daerah yang belum tersentuh akses keuangan.

Target tinggi pun dipatok OJK yang bakal meningkatkan inklusi keuangan sebesar 5 persen dari 59,74 persen pada 2013 menjadi 64,74 persen dari total penduduk di Indonesia pada 2016 mendatang.

“Target ini akan tercapai dengan cara melibatkan semua pelaku usaha jasa keuangan di sektor perbankan, pasar modal, asuransi, pembiayaan, dana pensiun dan Pegadaian untuk bersama melakukan edukasi, sosialisasi dan melakukan kampanye nasional sesuai Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI),” ungkap kepala OJK Cirebon, Muhamad Lutfi, Selasa (08/12).

Untuk di Cirebon sendiri, lanjut Lutfi, perputaran keuangan sendiri masih berkutat di produk perbankan seperti tabungan dan giro. Kesadaran masyarakat Cirebon akan produk pasar modal seperti Saham dan Obligasi masih buta.

“Untuk produk seperti saham dan obligasi Cirebon masih gelap, ini yang jadi PR kita. Produk seperti leasing, asuransi dan Pegadaian di Cirebon masih bisa bersaing, hanya pasar modal yang masih gelap,” ungkap Lutfi. (Wilda)

Senin, 07 Desember 2015

TAGGED UNDER: ,

OJK Berinovasi Launching Layanan Laku Pandai untuk Permudah Nasabah



CIREBON (CT) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon kembali berinovasi. Kali ini OJK meluncurkan program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) di Lapangan Pataraksa Sumber Kabupaten Cirebon.

Tak hanya itu, kegiatan lain pun digelar untuk memeriahkan suasana. Misalnya acara funwalk, hiburan, dance dan bazar yang diikuti beberapa perbankan yang sudah menerapkan program Laku Pandai.

Dipaparkan Kepala Kantor OJK Cirebon, Mohamad Lutfi bahwa iklim investasi di Indonesia kini mulai bertumbuh subur seiring perkembangan ekonomi yang terjadi di negara berkembang di Asia Tenggara ini. Maka dari itu dirasa sudah perlu adanya peningkatab peran sektor jasa keuangan yang turut berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

“Untuk itulah OJK dan industri perbankan dan jasa keuangan lainnya berkomitmen bersama-sama untuk mendukung adanya keuangan inklusif sesuai program Strategi Keuangan Inklusif (SNKI) yang dikeluarkan pada Juli 2012 silam yang salah satu programnya berkenaan dengan branchless banking seperti ini,” kata Lutfi kepada. CT.

Saat ini, imbuhnya, yang perlu dikembangkan adalah bagaimana memanfaatkan branchless banking yang sudah ada menjadi lebih luas sehingga bisa lebih jauh menjangkau masyarakat. Selain itu, sudah ada enam bank yang telah diijinkan OJK untuk membuka pelayanan Laku Pandai, misalnya, BCA, Mandiri, BRI, BNI, BTN dan BTPN.

“Tak dipungkiri hingga kini masih banyak masyarakat yang belum paham terkait keberadaan program ini. Inilah yang menjadi PR kami yang bersinergi bersama pemerintah untuk lebih memperkenalkannya lagi kepada masyarakat luas,” jelas Lutfi.

Dia pun menjelaskan, Laku Pandai merupakan program penyediaan layanan perbankan dan keuangan lainnya melalu kerjasama dengan pihak lain yang ditunjuk oleh bank dengan turut didukung oleh penggunaan sarana teknologi dan informasi. Tujuannya, untuk menyediakan produk keuangan yang sederhana dan mudah dipahami serta disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang belum bisa tercover oleh layanan keuangan.

“Produk yang disediakan program Laku Pandai diantaranya, tabungan dengan karakteristik Basic Saving Account, kredit dan produk keuangan lain yang termasuk asuransi mikro. Yang paling penting nasabah tak perlu repot-repot datang langsung ke bank yang mungkin tempatnya lebih jauh dari tempat tinggal si nasabah, mereka cukup datang ke agen Laku Pandai yang memang resmi ditunjuk oleh bank,” tutup Lutfi. (Wilda)

Sabtu, 05 Desember 2015

TAGGED UNDER: ,

Diminati Konsumen, Queen Regency Hanya Tersisa 15 Unit



CIREBON (CT) – Program rumah rumah yang dicanangkan oleh pemerintah, disambut baik oleh Raja Sukses Propertindo.

Dijelaskan Reka Kharisma Pratama selaku MarComm Leader, terinspirasi dari kesuksesan penjualan project perumahan FLPP (subsidi) sebelumnya, yakni Sanur Village dan Lovina Village. Queen Regency yang dikembangkan di daerah kasugengan lor, Jamblang ini disambut antusias oleh masyarakat Cirebon.

“Terbukti dengan penjualan yang sudah mencapai lebih dari 50%, sampai saat ini tersisa 15 unit terakhir. Pembangunan rumah baik yang sudah terjual ataupun belum, sedang dikejar sampai dengan akhir desember ini,” jelasnya.

Hal tersebut, kata Reka, tidak lepas dari kepercayaan masyarakat pada Raja Sukses Propertindo selaku pengembang. Track Record yang baik pada project sebelumnya ikut mendukung tingginya kepercayaan masyarakat.

“Hal ini merupakan kebanggan sekaligus tantangan bagi Raja Sukses Propertindo untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, agar menjadi solusi kebutuhan hunian bagi masyarakat,” ujar dia.

Raja Sukses propertindo berharap untuk terus mendapat dukungan positif dari masyarakat untuk project-project perumahan FLPP selnajutnya. Hal ini dimaksudkan agar semakin banyak masyarakat yang terbantu untuk mendapatkan hunian idamannya. (Wilda)

Jumat, 27 November 2015

TAGGED UNDER: ,

Terobosan Baru, Ada Instalasi Kran Air Siap Minum di Golden Kedawung Regency



CIREBON (CT) – Dengan semangat inovasi yang tiada henti, Raja Sukses Propertindo mulai perkenalkan fasilitas unggulan di Golden Kedawung Regency, yaitu instalasi kran air siap minum. Dengan kran air siap minum yang tersedia di setiap unit, diharapkan dapat memanjakan penghuni di Golden Kedawung Regency dengan ketersediaan air bersih dan sehat yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari bahkan layak untuk dikonsumsi.

Dipaparkan Reka Kharisma Pratama selaku MarComm Leader, seperti yang kita ketahui bahwa air merupakan salah satu komponen penting dalam kehidupan keseharian. Keperluan rumah tangga seperti mencuci, membersihkan rumah, sampai konsumsi membutuhkan banyak air.

“Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Raja Sukses Propertindo memberikan jaminan ketersediaan air bersih untuk setiap unit rumah. Komitmen ini dibuktikan dengan setiap unit di Golden Kedawung Regency telah tersedia instalasi air bersih dan juga ditambah dengan fasilitas kran air siap minum.

Diharapkan dia, hal ini dapat menjadi nilai lebih bagi penghuni di Golden Kedawung Regency. Raja Sukses Propertindo berharap inovasi ini mendapat apreasiasi dari masyarakat Cirebon khususnya untuk membeli unit di Golden Kedawung Regency baik untuk hunian maupun investasi jangka panjang.

“Khusus pada periode akhir tahun, setiap konsumen yang membeli unit di Golden Kedawung Regency pada tanggal 1-25 Desember 2015, berkesempatan untuk mendapat hadiah menarik dari Raja Sukses Propertindo,” tutupnya. (Wilda)

© 2014 Media Cakrawala. Designed by Bloggertheme9
Powered by Blogger.
back to top