Tampilkan postingan dengan label Perbankan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perbankan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Desember 2015

TAGGED UNDER: ,

Kenaikan Tingkat Suku Bunga The Fed tak Membuat Pasar Khawatir



CIREBON (CT) – Laju perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2015 mengalami tren penurunan. Jika dilihat dari awal tahun 2015 yang berada di posisi 5,242 point, saat ini IHSG berada di level 4,464 point atau mengalami penurunan sebesar 15-16 persen.

Seperti dikatakan Analis dari Trimegah Securities Cirebon, Ariffianto, faktor penurunan IHSG tahun ini lebih disebabkan karena aktivitas perdagangan global, misalnya harga komoditas dunia yang melemah, pertumbuhan ekonomi di negara Cina yang menurun, dan kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Seperti yang telah diprediksi banyak kalangan, The Fed akhirnya menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis point atau 0,25 persen, dari posisi sebelumnya 0,25 persen menjadi 0,5 persen. Kenaikan tersebut telah diantisipasi jauh-jauh hari, jadi pelaku pasar tidak terlalu khawatir.

“Kenaikannya pun bertahap sehingga tidak terlalu menekan pasar,” ujarnya kepada CT, Senin (21/12).

Ia memproyeksikan, hingga tahun 2015 berakhir, IHSG berada di level 4,537 point. Sedangkan untuk tahun 2016 bakal ada recovery, sehingga mengalami tren kenaikan. Pada pertengahan tahun depan, IHSG diprediksi ada di posisi 4,735 point serta akhir tahun ditutup pada level 5,278 point.

Terkait realisasi di sektor makro, lanjutnya, rata-rata nilai rupiah terhadap dolar tahun ini berada di kisaran Rp. 13.397 per USD. Tahun depan rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp. 13.988 per USD atau mengalami kenaikan point.

Sedangkan suku bunga acuan BI Rate tahun depan diprediksikan tidak terlalu banyak perubahan, bahkan sama seperti saat ini di tingkat 7,50 persen.

Menurutnya, sektor yang bisa tumbuh pada tahun 2016 di antaranya adalah bidang perbankan, infrastruktur, dan konsumer.

“Hal itu tidak terlepas dari stimulus atau paket kebijakan ekonomi pemerintah yang lebih mengarah ke fiskal,” pungkasnya. (Haris)

Jumat, 18 Desember 2015

TAGGED UNDER: ,

Gramedia di Jalan Cipto Mangunkusumo Cirebon Resmi Dibuka



CIREBON (CT) – Gedung baru Gramedia 3 lantai seluas 3.500 meter persegi di Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon merupakan terbesar kedua di Jawa Barat, resmi dibuka oleh CEO Y. Priyo Utomo, Jumat (18/12).

“Di Cirebon merupakan outlet 110 dan menyusul di Manado jadi 111 yang kebetulan launching berbarengan di hari yang sama. Saya bangga karena Gramedia di Cirebon ini dibangun sendiri, tanpa konsultan dari luar di tengah ekonomi yang sulit dan kegaduhan di Indonesia, Gramedia masih ingin memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelasnya, dalam sambutan usai menggunting pita di depan pintu masuk.

Dikatakan Priyo Utomo Gramedia di Cirebon ini merupakan gedung contoh kerjasama luar biasa. Oleh karena itu, pihaknya berterimakasih kepada masyarakat Cirebon, semoga diterima dan dapat memberikan yang terbaik.

Sebagai upaya mendukung new experience and new identity, Gramedia Cipto Cirebon mengusung 8 konsep yang terdiri dari Ner Arrival & Best Seller, Writing Boutique, General Books, IT, Kids, Woman, Art & Design, Fancy & Stationery yang terbagi menjadi tiga lantai.

Lantai 1 khusus Kids Area yang berisi segala perlengkapan dan kebutuhan anak. Lantai 2 untuk Teens Area berisi beragam aksesoris tas perlengkapan sekolah dan kantor. Sedangkan lantai 3 dipenuhi berbagai buku-buku.

Gedung yang terletak di pusat kota itu hadir dengan logo baru huruf G, bermotif batik mega mendung sebagai simbol ikon Kota Cirebon dan tagline Salam Inspirasi yang selalu digaungkan oleh seluruh pegawai Gramedia Cipto Cirebon.

Di hari pertama ini, Gramedia memberikan promo khusus berupa free buku dan balon setiap pembelanjaan di atas Rp200 ribu dan free buku, blocknote, pen, balon setiap pembelanjaan di atas Rp500 ribu.

Semarak pembukaan Gramedia Cipto Cirebon berlangsung meriah disambut ramainya komunitas sepeda onthel, modern dance, tari Topeng Klana Cirebon, dan permainan angklung dari SMK Veteran Kota Cirebon, flashmob dan fashion show seragam Gramedia sejak 1970-2015, potong tumpeng dan keliling gedung.

Sekadar informasi tambahan, Gramedia yang terletak di salah satu pusat perbelanjaan Cirebon di Jalan Tentara Pelajar masih beroperasi dan tetap melayani pelanggan seperti biasanya. (Uyung)

Rabu, 09 Desember 2015

TAGGED UNDER: ,

OJK Cirebon Nyatakan Kondisi Perbankan Ciayumajakuning Stabil



CIREBON (CT) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menyatakan kondisi perbankan di Ciayumajakuning secara keseluruhan masih baik dengan tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) yang relatif lebih stabil.

“NPL sudah banyak perubahan relatif lebih stabil, kecukupan modal masih besar saya kira masih cukup dan nggak ada masalah likuiditas masih oke, jadi kondisi secara keseluruhan perbankan nasional masih dalam kondisi baik,” kata Kepala OJK Cirebon, Muhamad Lutfi saat jumpa pers di Keraton Kacirbonan, Selasa (08/12).

Dari sisi penyaluran kredit, Lutfi mengatakan masih baik dan berdasarkan informasi yang dimilikinya, perbankan yang termasuk dalam kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) I dan BUKU IV lebih tinggi dari pada BUKU II dan BUKU III.

“Pertumbuhan kredit bank BUKU I dan IV tumbuh sampai 20 persen, sedangkan Bank BUKU II dan III hanya 10 persen,” ujarnya.

Menurut Lutfi, tingginya pertumbuhan kredit bank BUKU I dan IV disebabkan mereka lebih agresif dalam memfokuskan diri di desa-desa dan pada sektor mikro.

“Banyak hal sih tapi bank BUKU I lebih agresif ke desa-desa, bank BUKU IV merupakan bank besar, mereka lebih kuat di mikro,” tuturnya.

Sebagai informasi, berdasarkan modal inti yang dimiliki, bank dikelompokkan dalam empat kelompok usaha (Bank Umum Kelompok Usaha/BUKU). Antara lain BUKU 1, bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun, BUKU 2 yakni Bank dengan modal inti Rp1 triliun-Rp5 triliun. Lalu BUKU 3 untuk bank dengan modal inti Rp5 triliun-Rp30 triliun dan BUKU 4 untuk bank dengan modal inti di atas Rp30 triliun.

Berdasarkan statistik perbankan Indonesia yang diterbitkan OJK, diketahui per September 2015 pertumbuhan kredit tercatat sebesar 11,09 persen dari Rp3.561,29 triliun pada kuartal III tahun lalu menjadi Rp3.956,48 triliun. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit pada Agustus 2015 yang sebesar 10,94 persen dari Rp3.498,36 triliun menjadi Rp3.881,29 triliun. (Wilda)

TAGGED UNDER: ,

Targetkan Inklusi Keuangan Naik 5 Persen, OJK: Masyarakat Cirebon Masih Buta Pasar Modal



CIREBON (CT) – Meski masih berada dalam perlambatan ekonomi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan pendalaman pasar untuk mengenalkan produk dan jasa keuangan ke masyarakat umum, terutama ke daerah yang belum tersentuh akses keuangan.

Target tinggi pun dipatok OJK yang bakal meningkatkan inklusi keuangan sebesar 5 persen dari 59,74 persen pada 2013 menjadi 64,74 persen dari total penduduk di Indonesia pada 2016 mendatang.

“Target ini akan tercapai dengan cara melibatkan semua pelaku usaha jasa keuangan di sektor perbankan, pasar modal, asuransi, pembiayaan, dana pensiun dan Pegadaian untuk bersama melakukan edukasi, sosialisasi dan melakukan kampanye nasional sesuai Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI),” ungkap kepala OJK Cirebon, Muhamad Lutfi, Selasa (08/12).

Untuk di Cirebon sendiri, lanjut Lutfi, perputaran keuangan sendiri masih berkutat di produk perbankan seperti tabungan dan giro. Kesadaran masyarakat Cirebon akan produk pasar modal seperti Saham dan Obligasi masih buta.

“Untuk produk seperti saham dan obligasi Cirebon masih gelap, ini yang jadi PR kita. Produk seperti leasing, asuransi dan Pegadaian di Cirebon masih bisa bersaing, hanya pasar modal yang masih gelap,” ungkap Lutfi. (Wilda)

Senin, 07 Desember 2015

TAGGED UNDER: ,

OJK Berinovasi Launching Layanan Laku Pandai untuk Permudah Nasabah



CIREBON (CT) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon kembali berinovasi. Kali ini OJK meluncurkan program Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) di Lapangan Pataraksa Sumber Kabupaten Cirebon.

Tak hanya itu, kegiatan lain pun digelar untuk memeriahkan suasana. Misalnya acara funwalk, hiburan, dance dan bazar yang diikuti beberapa perbankan yang sudah menerapkan program Laku Pandai.

Dipaparkan Kepala Kantor OJK Cirebon, Mohamad Lutfi bahwa iklim investasi di Indonesia kini mulai bertumbuh subur seiring perkembangan ekonomi yang terjadi di negara berkembang di Asia Tenggara ini. Maka dari itu dirasa sudah perlu adanya peningkatab peran sektor jasa keuangan yang turut berpartisipasi aktif dalam pembangunan.

“Untuk itulah OJK dan industri perbankan dan jasa keuangan lainnya berkomitmen bersama-sama untuk mendukung adanya keuangan inklusif sesuai program Strategi Keuangan Inklusif (SNKI) yang dikeluarkan pada Juli 2012 silam yang salah satu programnya berkenaan dengan branchless banking seperti ini,” kata Lutfi kepada. CT.

Saat ini, imbuhnya, yang perlu dikembangkan adalah bagaimana memanfaatkan branchless banking yang sudah ada menjadi lebih luas sehingga bisa lebih jauh menjangkau masyarakat. Selain itu, sudah ada enam bank yang telah diijinkan OJK untuk membuka pelayanan Laku Pandai, misalnya, BCA, Mandiri, BRI, BNI, BTN dan BTPN.

“Tak dipungkiri hingga kini masih banyak masyarakat yang belum paham terkait keberadaan program ini. Inilah yang menjadi PR kami yang bersinergi bersama pemerintah untuk lebih memperkenalkannya lagi kepada masyarakat luas,” jelas Lutfi.

Dia pun menjelaskan, Laku Pandai merupakan program penyediaan layanan perbankan dan keuangan lainnya melalu kerjasama dengan pihak lain yang ditunjuk oleh bank dengan turut didukung oleh penggunaan sarana teknologi dan informasi. Tujuannya, untuk menyediakan produk keuangan yang sederhana dan mudah dipahami serta disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang belum bisa tercover oleh layanan keuangan.

“Produk yang disediakan program Laku Pandai diantaranya, tabungan dengan karakteristik Basic Saving Account, kredit dan produk keuangan lain yang termasuk asuransi mikro. Yang paling penting nasabah tak perlu repot-repot datang langsung ke bank yang mungkin tempatnya lebih jauh dari tempat tinggal si nasabah, mereka cukup datang ke agen Laku Pandai yang memang resmi ditunjuk oleh bank,” tutup Lutfi. (Wilda)

Text Widget

Recent news

© 2014 Media Cakrawala. Designed by Bloggertheme9
Powered by Blogger.
back to top