Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2015

TAGGED UNDER:

Al-Mutawally Tutup Tahun 2015 Gelar Pemilihan Presiden Santri



CIREBON (CT) – Sudah menjadi program tahunan Pondok Pesantren Terpadu Kuliyatul Mu’allimin Al-Mutawally (KMA), ketika setiap akhir tahun mengganti jabatan Presiden Santri dengan pejabat baru. Kegiatan tersebut, sebagai wadah organisasi kesantrian KMA yaitu Organisasi Santri Pelajar Al-Mutawally (OSPAMA).

Seperti tahun sebelumnya, proses pemilihan presiden santri diikuti 3 kandidat calon putra dan putri. Di antaranya, Atep Maulana, Iif Abdul Rouf dan Muhammad Tofan dari santri putra, sedangkan dari santri putrinya, Nur Intan Rahmania, Yulli Sinta Dewi dan Sri Mulyawati.

Menurut Salah satu pencetus adanya pembelajaran tentang berpolitik yaitu, Rega Nugraha mengungkapkan munculnya nama 6 orang calon adalah usungan dari tahapan penjaringan partai sampai pencalonan kandidat, mereka maju karena mendapat kepercayaan dari santri.

Proses pemilihannya, kata dia layaknya proses pemilikan umum (pemilu), alhasil dari proses penghitungan suara, Atep Maulana dengan 94 suara dan Nur Intan Rahmania 105 suara, dari seluruh 350 suara yang memilih dan sisanya kepada kandidat lainnya.

“bahkana da golput sebanyak 15 suara, selanjutnya mereka berdua akan dinobatkan sebagai presiden santri putra maupun putri. Mereka memang santri yang sudah 4,5 tahun mesantren, mereka layak mendapat penobatan sebagai presiden santri,” pungkasnya. (Putri Murni)

TAGGED UNDER:

Forum STAI PUI Majalengka Ajak Mahasiswa Lebih Bertoleransi Antar Umat Beragama



MAJALENGKA (CT) – Semua agama di negeri ini mengajarkan tentang kebaikan kepada umatnya. Kalau pun lahir kelompok-kelompok radikal yang mengatasnamakan agama, itu dilakukan oleh oknum, karena minimnya pemahaman agama yang dianutnya.

Hal itu mengemuka dalam diskusi yang digelar Forum Studi Pancasila Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Persatuan Umat Islam (PUI) Majalengka, dengan mengusung tema toleransi uamat beragama dalam prespektif negara Pancasila, Minggu (20/12) di kampus setempat.

Kegiatan diskusi itu diikuti para mahasiswa dan perwakilan kelompok masyarakat. Menurut narasumber dalam diskusi itu, Heru Hoerudin, saat ini perhatian dunia tengah terfokus dengan adanya konflik antara barat dan timur. Terjadinya peperangan di timur tengah salah satunya bisa diakibatkan munculnya persoalan agama.

Termasuk pernyataan kandidat calon Presiden Amerika Donald Trump yang melarang umat Islam datang ke Amerika dirinya terpilih nanti. Sikap itu tentunya telah mencerderai toleransi antar umat beragama serta bertolak belakang dengan sikap dan kebudayaan Amerika yang menjungjung tinggi toleransi.

“Ini terjadi karena pemahaman tentang agama Islam yang sempit. Sehingga menilai bahwa Islam itu radikal dan membenci perdamaian,”kata pengurus MUI Kabupaten Majalengka ini.

Menurut dia, dari data yang diperolehnya, jumlah umat beragama di dunia ini saat ini jumlah umat Kristen 2 miliar, Islam 1,3 miliar, Hindu 900 juta, Budha 360 juta, Yahudi 14 juta, lain-lain 525 juta dan belum beragama 850 juta.

Maka dari itu, lanjut dia, dalam menumbuh kembangkan kesadaran umat beragama di negeri ini, agar tidak melahirkan konflik yang berujung SARA, perlu adanya sikap toleransi antar umat beragama. Sehingga masyarakat bisa menerima setiap perbedaan, menjungjung tinggi toleransi dan membangun kerjasama dalam mencapai satu tujuan.

“Harus diakui keberadaan Pancasila itu sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia, di tengah banyak agama, suku, ras, kebudayaan yang berbeda-beda. Maka dari itu, Pancasila sejak dulu sampai saat ini membawa masyarakat Indonesia rukun dan harmonis,” kata Pembantu Ketua (Puket) II STAI PUI ini.

Masih dijelaskan Heru, kerukunan itu suatu kondisi yang aman, tentram, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan kehidupan harmonis bisa diartikan kehidupan yang nyaman dan penuh tenggang resa di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Umat sendiri merupakan kelompok masyarakat yang menganut agama sesuai dengan keyakinannya sendiri, seperti umat Islam, umat kristen, umat Budha, umat Hindu, Konghucu, dll,”paparnya.

Ketua Panitia Diskusi Dedi Supriadi mengatakan, penyelenggeraan diskusi ini bertujuan memberikan pemahaman dan pencerahan kepada para mahasiswa dan masyarakat akan pentingnya toleransi antar umat beragama. Agar masyarakat tetap hidup rukun, harmonis, dan tetap dalam bingkat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dijelaskan dia, sikap toleransi sangat diperlukan dalam menciptakan kehidupan yang rukun dan damai dalam kehiduapan beragama. Karena pada dasarnya sikap toleransi dapat melatih dan membiasakan hati manusia menjadi umat yang memahami, serta mengerti akan setiap kebutuhan, dan kepentingan orang lain.

“Selama kepentingan itu tidak merugikan semua pihak yang terkait. Hal ini merupakan upaya agar tetap terpeliharanya kerukunan umat beragama. Sehingga diharapakan terlahir kerjasama sama dan tolong menolong demi terwujudnya kerukunan hidup beragama,”jelasnya. (Abduh)

Sabtu, 19 Desember 2015

TAGGED UNDER:

Fakultas Hukum Unwir Indramayu Gelar Putra-putri Fakultas



INDRAMAYU (CT) – Fakultas Hukum Univeritas Wiralodra Indramayu, untuk kali pertamanya menggelar Pemilihan Putra dan Putri Fakultas Hukum 2015, berlangsung di Aula Nyi Endang Dharma Universitas Wiralodra Indramayu, Sabtu (19/12) malam.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Wiralodra Indramayu, Syamsul Bahri Siregar didampingi Pembantu Dekan III Fakultas Hukum, Syaeful Yamin mengatakan kegiatan tersebut merupakan kali pertama digelar, bertujuan untuk menggali potensi dan bakat baik akademik maupun non akademik mahasiswa Fakultas Hukum.

“Sebelumnya sebanyak 20 peserta atau 10 pasangan putra dan putri yang ikut, lalu kami ambil sebanyak 10 peserta atau 5 pasang putra dan putri,” ucapnya.

Dia menuturkan ke 10 peserta, dari berbagai semester mulai dari mahasiswa semester 1 hingga semester 8. “Ada 5 tahapan yang harus dilalui, mulai dari seleksi awal hingga penilaian akademik dan non akademik selama tiga hari,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya pun menempatkan para peserta ke berbagai kelas kepribadian, “Ini bertujuan untuk memotivasi para peserta, karena ada mahasiswa yang masih malu-malu dan tidak malu. Sebagai ajang mempersiapkan untuk Pemilihan Nok dan Nang Dermayu,” tandasnya. (Dwi Ayu)

TAGGED UNDER:

Bripda Nurazizah Berusaha Membagi Waktu Tugas dan Kuliah



CIREBON (CT) – Sebagai Polisi bagi Bripda Nurazizah sudah menjadi pihannya, padahal sebekumnya sempat meniti pendidikan di jenjang S1 Jurusan FKIP. Namun, kata gadis kelahiran Cirebon 23 Oktober 1993, kini dia harus sepenuh hati mengabdikan dirinya kepada negara menjadi polisi wanita (polwan).

Namun demikian, menjadi seorang polisi dituntut memiliki pendidikan tinggi, maka saat ini dua melanjutkan pendidikannya jenjang S1 di ilmu ekonomi manajemen di Unswagati. Menjalankan tugasnya, Bripda Nurazizah ini sekarang bertugas di Polsek Weru.

“Menjadi polisi wanita, harus siap melindungi dan mengayomi masyarakat. Menjadi Polwan itu, meski hari libur tetep bertugas,” katanya.

Bripda Nruazizah yang akrab dipanggil Zizah ini, dia memiliki bercita-cita bisa menciptakan wirausaha di tempat tinggalnya. Karena wira usaha, menurutnya memiliki peluang berperan aktif di masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Selain saya menjalankan tugas sebagai Polwan, ya tetap ingin bisa memiliki usaha untuk nambah penghasilan. Salah satunya saya memerlukan ilmu ekonomi manajemen,” katanya.

Saat ini, kata dia kuliahnya sudah menginjak semester lima di Unswagati, Diakuinya mulai kesulitan dalam membagi waktu pekerjaan dengan kuliahnya.

“Saya berusaha tetap bisa enjoy menjalani rutinitas sehari-hari. Walaupun terkadang capek, penat namun saya tetap harus bersemangat. Ini sudah kewajiban saya mengabdikan kepada negara,” tuturnya kepada tim CT. (Agung Sugyarto)

Jumat, 18 Desember 2015

TAGGED UNDER:

Sanggar Lingkungan Hidup Gelar Kompetisi Duta Lingkungan Sekolah



CIREBON (CT) – Jelang tahun baru 2016, komunitas Sanggar Lingkungan Hidup Desa Kreyo, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon mengadakan program tahunan, kompetisi pencarian Duta Lingkungan Sekolah.

Target sekolah yang diikutsertakan hanya 15, tanpa kriteria tertentu. Pendaftaran akan ditutup pada akhir Desember 2015.

“Yang penting perwakilan dari sekolah, kami persilahkan mau mengikuti dengan suka rela. Nanti akan kami ajarkan tentang berbagai hal mengenai lingkungan periode Januari sampai Juni. Rencananya 5 siswa SMP dan 10 siswa SMA/SMK/MA. Masing-masing grade akan dilatih selama satu minggu sekali,” ujar Cecep koordinator SLH di sanggarnya, Jumat (18/12).

Cecep mengatakan, Duta Lingkungan Hidup ini akan dilatih mengelola sampah, membuat bank sampah, recyle, membuat kompos, pertanian organik, hydroponik, membuat kampanye lingkungan, menata lingkungan sekolah, biogas, budidaya tanaman sehingga bisa mempraktikkan langsung di sekolah.

“Ini angkatan kedua. Harapannya semoga ilmu yang dibagi akan berguna minimal untuk diri sendiri bagaimana mencintai lingkungan. Jangan dulu berpikir besar untuk mengubah dunia kalau tidak bisa dimulai dari diri sendiri,” pungkas Cecep. (Uyung)

Text Widget

Recent news

© 2014 Media Cakrawala. Designed by Bloggertheme9
Powered by Blogger.
back to top