Sabtu, 19 Desember 2015

TAGGED UNDER:

M Toni Dianiaya 10 Anggota Polisi di Depan Anak dan Istri



CIREBON (CT) – Kasus salah tangkap disertai penganiayaan yang menimpa M. Toni Qostholani (55), warga Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon oleh oknum anggota Polres Cirebon, sempat menghebohkan dunia maya. Hal ini menyusul postingan anak korban, Nurma Ayu Ramadhany, yang mengaku geram dengan tindakan oknum polisi kepada keluarganya.

“Setelah saya mengetahui ayah saya dianiaya begitu, saya emosi. Ya postingan itu sebagai bentuk pelampiasan emosi saya,” terangnya.

Lebih lanjut, Ayu menjelaskan kronologi kejadian penganiayaan yang menimpa ayahnya. Dia menegaskan bahwa apa yang dia tulis di akun facebooknya memang benar terjadi.

Ayu menambahkan, peristiwa penganiayaan itu terjadi kemarin, Jumat (18/12) sekitar jam 05.30 wib. Kemudian sekitar sepuluh polisi datang ke rumah korban sambil mendobrak masuk. Mereka mencari pelaku perampokan yang memang masih saudara kandung dengan korban.

Karena tidak merasa bersalah, korban menolak mengakui semua tuduhan polisi. Korban kemudian ditendang, dipukul, dan diinjak di depan keluarganya. Bahkan anak dan istrinya yang berusaha melindungi korban sempat dibentak dan ditondong senjata oleh salah satu anggota polisi.

Penganiayaan tak berhenti di situ, Ayu lanjut menceritakan, di sepanjang perjalanan saat dibawa ke Polres Cirebon, dari pengakuan Ayahnya, korban disetrum dan dipaksa mengakui tuduhah polisi. Namun, setelah sampai di Polres Cirebon, setelah sekitar 12 jam diperiksa, ayahnya disuruh pulang karena tidak terbukti bersalah. Ironisnya, dengan kondisi lebam dan lecet bekas penganiayaan, korban pulang sendiri dengan sepeda motornya yang dibawa oleh petugas polisi saat membawa korban.

Pengacara Agus Prayoga, yang ikut mendampingi korban setelah mengetahui informasi di media sosial, menyatakan dengan tegas bahwa tindakan ini tidak bisa dibiarkan. Karena banyak kasus serupa yang akhirnya berhenti tanpa tindak lanjut. “Jujur saja, saya prihatin saat mendengar informasi ini. Kejadian salah tangkap disertai penganiayaan ini harus ditinjaklanjuti, karena merupakan pembelajaran bagi kita semua tentang bagaimana menghargai proses hukum,” paparnya. (Sep)

About media cakrawala
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. A die shopuf pogest concludi cum administrasset slushie intus calidum brioche.
Follow me @Bloggertheme9
Subscribe to this Blog via Email :

0 komentar:

© 2014 Media Cakrawala. Designed by Bloggertheme9
Powered by Blogger.
back to top